Perampasan Buku Kiri dan Pemecatan Anggota LPM Suara USU Bentuk Kemunduran Literasi

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung gelar aksi solidaritas mengecam pemecatan 18 anggota LPM Suara USU di Jalan Asia Afrika, Kotaa Bandung, Rabu (14/8/2019)

PEMBUNGKAMAN aspirasi semakin hari semakin menjadi – jadi. Mulai dari kebebasan ekspresi salah satu LPM Suara USU di Medan hingga perampasan buku kiri di Makassar. Minimnya literasi diduga pengaruh perampasan buku hingga pembredelan pers mahasiswa di Indonesia. Buku dengan isi dan judul apa pun mustinya tidak boleh dirampas. Sebab, merazia buku sama saja menutup jendela dunia.

Terkait cerpen yang diterbitkan LPM Suara USU Di Medan dengan judul “Ketika Semua Menolak Kehadiranku Didekatnya”, secara sepihak Rektor melalui keputusannya dengan nomor 1319/UNS/SK/KMS/2019 berbuah pemecatan 18 pengurus.

Tanggal 14 agustus 2019, ke 18 anggota LPM USU tersebut menjalankan sidang perdana di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Sumatra Utara.  Sidang ini didampingi oleh Perhimpunan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Sumatra Utara (BAKAMSU) menggugat rektor mencabut SK nya.

Hal seperti demikian menjelaskan bahwa sikap rektor sangat otoriter, tidak menerima aspirasi maupun kritik dari mahasiswanya. LPM atau media kampus yang bersifat penyambung aspirasi dari mahasiswanya seharusnya dijaga dan didukung untuk meningkatkaniklim demokratisasi kampus dan kebebasan akademik khususnya pada bidang literasi.

Sementara, perampasan buku kiri yang terjadi di Makassar merupakan tindakan yang menciderai semangat literasi. Ada paradox yang sangat kentara. Di sisi lain, pemerintah ingin meningkatkan literasi, namun pada nyatanya, pemerintah melakukan pembiaran pada sejumlah  ormas yang melakukan razia buku kiri.

Dengan alasan apapun, buku jenis apapun seharusnya tidak dirazia. Jika Indonesia phobia terhadap buku-buku kiri, maka balaslah melalui karya dalam bentukbuku atau tulisan pula. Seperti halnya Jerman yang phobia terhadap Nazisme. Bukan pelarangan, justru di Jerman terbuka bebas untuk mendiskusikan atau membedah sejarah Nazisme bahkan Adolf Hitler saat Perang Dunia II.

Pada Rabu, 14 Agustus 2019 saat sore  di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung,, Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) menggelar aksi solidaritas untuk LPM Suara USU dengan melakukan aksi diam.

Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung mengancam keras atas kasus yang terjadi. Adapun tuntutan dan pernyataan sikap FKPMB sebagai berikut:

  1. Menuntut Rektor mencabut SK pemecatan LPM Suara USU.
  2. Menuntut aparat maupun masyarakat untuk tidak menyita buku sewenang – wenang.
  3. Memberikan kebebasan berekspresi kepada Pers Mahasiswa sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku.
  4. Menuntut Rektor untuk memberikan hak – hak kepada pengurus LPM Suara USU.
  5. Mengecam tindakan sewenang – wenang rektor terhadap LPM Suara USU.
  6. Menghimbau aparat maupun masyarakat dalam meningkatkan mutu literasi.

Kami yang mendukung:

  1. UPM Isolapos (Universitas Pendidikan Indonesia)
  2. LPM Lensa Women (Internasional Women University)
  3. Suara Mahasiswa (Universitas Islam Bandung )
  4. LPM Gemasuara (politeknik Piksi Ganesha)
  5. LPM Suaka (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  6. Tripod Jurnalistik (STIE Indonesia Membangun)
  7. LPM Momentum (Universitas Langlangbuana)
  8. Jurnalpos Media (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  9. LPM Jumpa (Universitas Pasundan )
  10. E-pers (STIE Ekuitas)
  11. LPM I-Mage (institut manajemen Koperasi Indonesia)
  12. Warta Kema (Universitas Padjajaran)
  13. Djatinangor (Universitas Padjajaran)
  14. Media Peradaban (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  15. LPM Daunjati (institute Seni Budaya Indonesia)
  16. Arteri Pers (STIKES Dharma Husada)
  17. Aksara (Telkom University)
  18. Persma Genera (Universitas Padjajaran)
  19. BPPM Pasoendan (FISIP Universitas Pasundan)
  20. Pharms (Sekolah Tinggi Farmasi Bandung)
  21. Media Parahyangan (Universitas Parahyangan)

Penulis: Arsyad

1 thought on “Perampasan Buku Kiri dan Pemecatan Anggota LPM Suara USU Bentuk Kemunduran Literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *